Ingin Panjang Umur? Minum Kopi Tiga Cangkir per Hari

8:34 AM Add Comment
Info Sehat - Para peneliti mengungkapkan, minum kopi tiga cangkir per hari dapat memperpanjang usia. Penelitian yang melibatkan hampir setengah juta lansia tersebut menunjukkan, risiko kematian menurun sejalan dengan banyaknya konsumsi kopi.


Terlalu banyak kafein ditengarai tidak baik bagi kesehatan. Namun, penelitian menunjukkan lebih banyak minum kopi justru risiko penyakit semakin mengecil. Misalnya serangan jantung, strok, cidera, diabetes, dan inveksi yang menyebabkan kematian.

Peneliti dari Institut Kanker Nasional AS, Neal Freedman mengatakan minum dua atau tiga cangkir kopi dapat menurunkan risiko kematian dini 10-15 persen. Tapi, dia menambahkan minum lebih dari dua atau tiga cangkir hingga enam cangkir tidak mendapatkan manfaat yang lebih baik.
Partisipan dalam penelitian itu merupakan lansia berusia 50-71 tahun. Mereka diteliti sampai 12 tahun. Freedman mengatakan hambatan bagi peminum kopi yang ingin memperpanjang usia hidupnya adalah merokok.

"Dalam penelitian kami, partisipan yang minum kopi juga ingin merokok, hal itu merupakan faktor risiko kematian," ungkap dia seperti dilansir dailymail.
Dia menambahkan minum kopi berhubungan dengan banyaknya kebiasaan buruk. Seperti minum alkohol terlalu banyak, konsumsi daging, dan gaya hidup yang buruk. "Semua faktor risiko itu biasanya berhubungan dengan kematian, yang juga kami teliti," kata dia.

Dipastikan Susu dan Makanan Manis Bikin Jerawatan

8:29 AM Add Comment
Info Kesehatan - Selama bertahun-tahun, para ilmuwan telah memperdebatkan berbagai faktor yang dapat menyebabkan munculnya jerawat. 50 Tahun kemudian barulah mereka dapat memastikan bahwa pola makan berpengaruh nyata terhadap gangguan kulit yang banyak dialami remaja tersebut.



Secara rinci studi tersebut mengungkapkan bahwa mengonsumsi makanan yang indeks glikeminya (glycaemic index atau GI) tinggi tak hanya memperburuk jerawat tetapi pada beberapa kasus, makanan itu juga terbukti dapat memicu munculnya jerawat.

Meski tidak berbahaya, namun jerawat yang telah memarah dapat menyebabkan luka, belum termasuk depresi, tingkat kecemasan yang tinggi dan harga diri yang rendah. Sejak akhir abad ke-19, banyak studi yang telah mengaitkan antara pola makan dengan jerawat, terutama cokelat, gula dan lemak sebagai penyebab utama.

Namun memasuki tahun 1960-an, kaitan antara ketiga jenis makanan tersebut terhadap kemunculan jerawat dianggap tidak benar.

"Perubahan sikap ini terjadi terutama karena adanya dua studi penting yang berulang kali dikutip dalam berbagai literatur dan kultur populer sebagai bukti untuk menyangkal adanya keterkaitan antara pola makan tertentu dengan jerawat," ungkap Dr. Jennifer Burris dari Department of Nutrition, Food Studies and Public Health, Steinhardt School of Culture, Education and Human Development di New York University.

"Namun baru-baru ini para pakar dermatologi dan pakar diet terdaftar kembali mengkaji ulang kaitan kedua hal ini dan menemukan jawaban yang berbeda. Tak hanya itu, mereka pun mulai tertarik dengan penggunaan terapi nutrisi untuk mengatasi jerawat," lanjutnya seperti dikutip dari Daily Mail, Kamis (21/2/2013).

Bahkan para pakar sepakat bahwa makan makanan yang indeks glikeminya tinggi (makanan yang terserap dengan cepat ke dalam aliran darah) diduga dapat memberikan efek langsung terhadap tingkat keparahan jerawat.

Hal ini karena makanan tersebut memicu fluktuasi atau naik-turunnya hormon. Salah satu hormon yang terpengaruh oleh makanan ini adalah hormon insulin yang dapat mendorong munculnya sebum, salah satu penyebab jerawat.

Lagipula sebuah studi yang dilakukan di Australia pada tahun 2007 mengungkap bahwa pria muda yang berhasil mengurangi konsumsi makanan berglikemi tinggi menunjukkan penurunan tingkat keparahan pada jerawat yang dimilikinya.

Susu juga diduga dapat memunculkan jerawat karena sejumlah hormon yang dikandungnya. Menurut sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2007 oleh tim peneliti dari Harvard School of Public Health, orang yang minum susu secara rutin diprediksi pasti akan memiliki jerawat.

Uniknya, studi yang sama juga menemukan bahwa orang yang minum susu skim berisiko paling tinggi memiliki jerawat yaitu 44 persen. Kata peneliti, tampaknya pengolahan susu-lah yang meningkatkan kadar hormon di dalam susu sehingga 'potensi' untuk menyebabkan jerawatnya juga besar.